WELCOME TO MY BLOG, THANK YOU FOR YOUR VISIT, MAY USEFUL! *sweet bay:Siithaa Dian

Selasa, 28 Januari 2014

Jadwal Ujian Sbmptn 2014.

Meskipun belum dirilis oleh Panitia Sbmptn 2014, namun Jadwal Ujian Tulis Sbmptn 2014 akan dilaksanakan bersamaan dengan Pendaftaran Ulang yang lulus Snmptn di PTN masing-masing bagi yang lulus seleksi. Dimana panitia Snmptn menetapkan jadwal kegiatan tersebut tanggal 17 Juni 2014 bersamaan dengan pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN 2014.

Pada tahun akademik 2014/2015 nanti, seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) terap menggunakan 3 jalur. Ketiga jalur tersebut adalah Snmptn, Sbmptn, dan Ujian mandiri / Seleksi Mandiri. Untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), kuota mahasiswa yakni 50%-60% dari total mahasiswa yang diterima. Sementara kuota Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPT) yakni 30%-40% dari total mahasiswa. Sedangkan kuota jalur Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMBPT) atau jalur mandiri yakni 10%-20%.



Jadwal Ujian


Jadwal Ujian Tertulis

No.TanggalMata Ujian
1 Selasa, 17 Juni 2014 Tes Potensi Akademik (TPA) dan
Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU)
2 Rabu, 18 Juni 2014 Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek) dan
Tes Kemampuan Dasar Sosial Humaniora (TKD Soshum)


Deskripsi Jadwal Ujian Tulis Sbmptn 2014


Sbmptn 2014




Hari dan Tanggal


WIB


WITA


WIT



Kegiatan


 Selasa
17 Juni 2014


sekitar 07.30-08.00

sekitar 08.30-09.00



sekitar 09.30-10.00

Masuk ruang ujian, dan peserta ujian melakukan pengisian biodata serta pemeriksaan Identitas




sekitar 08.00-09.00

sekitar 09.00-10.00


sekitar 10.00-11.00

Tes Potensi Akademik





sekitar 09.00-09.45


sekitar 10.00-10.45

sekitar 11.00-11.45



Istirahat




sekitar 09.45-10.00

sekitar 10.45-11.00


sekitar 11.45-12.00

Masuk ruang ujian& mengisi biodata




sekitar 10.00-11.00


sekitar 11.00-12.00

sekitar 12.00-13.00

Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU) terdiri atas kemampuan Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.



         Rabu
18 Juni 2014

sekitar 07.45-08.00

sekitar 08.45-09.00


sekitar 09.45-10.00

Masuk ruang ujian serta pengisian biodata




sekitar 08.00-09.30


sekitar 09.00-10.30

sekitar 10.00-11.30

Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek) terdiri atas kemampuan Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.




sekitar 09.30-10.15

sekitar 10.30-11.15

sekitar 11.30-12.15


Istirahat




10.15-10.30

11.15-11.30


12.15-12.30

Masuk ruang ujian serta pengisian biodata peserta Sbmptn




10.30-11.30

11.30-12.30

12.30-13.30

Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas kemampuan Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.
Jadwal Sbmptn 2014 tersebut merupakan pengembangan, yang resmi dari Panitia adalah tanggal pelaksanaanya 17-18 Juni serta jenis Mata Pelajaran yang diujikannya dalam Sbmptn 2014.

- Konsultan : Drs. Asep R, SH


Jadwal Ujian Keterampilan

Belum disusun oleh Panitia Sbmptn.



Penilaian Hasil Ujian


Ujian tertulis Sbmptn 2014 akan tetap menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan validitas, tingkat kesulitan, serta daya pembeda yang memadai. Soal ujian tertulis SBMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan umum yang diduga menentukan keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan penalaran tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang saintek dan/atau bidang social dan humaniora. Selain mengikuti ujian tertulis, peserta yang memilih program studi Ilmu Seni dan/atau Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh. Oleh karena itu, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan.

Penilaian hasil ujian menggunakan ketentuan sebagai berikut:

  1. Jawaban BENAR dari peserta : akan mendapatkan nilai +4
  2. Jawaban SALAH dari peserta : akan mendapatkan nilai -1
  3. Jika peserta Tidak menjawab: akan mendapatkan nilai 0

Kelompok Ujian

Kelompok ujian tertulis SBMPTN terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

  1. Kelompok Ujian Saintek dengan mata uji TPA, TKDU, dan TKD Saintek
  2. Kelompok Ujian Soshum dengan mata uji TPA, TKDU, dan TKD Soshum.
  3. Kelompok Ujian Campuran dengan mata uji TPA, TKDU, TKD Saintek, dan TKD Soshum. Setiap peserta dapat mengikuti kelompok ujian Sains, Soshum, atau Campuran.


Semoga bermanfaat! Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Selasa, 21 Januari 2014

Soal Unas 2014 Diprediksi Tambah Sulit

Disusupkan Soal Prediktif, yang Biasanya Dipakai Tes Masuk PTN
 Butir-butir soal ujian nasional (unas) 2014 diperkirakan bakal lebih sulit dibandingkan dengan tahun ini. Sebab dalam unas 2014, komposisi soal tidak hanya yang berkategori evaluatif saja. Tetapi juga disusupkan soal berkategori prediktif yang sering dipakai di saringan masuk perguruan tinggi negeri.
Ketentuan baru itu merupakan bagian dari skenario mengawinkan antaran unas dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Sampai tadi malam, komposisi antara butir soal yang bersifat evaluatif dan prediktif masih digodok.
Melalui pertemuan segitiga antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), dan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Ketua MRPTNI Idrus A. Paturussi mengatakan, dalam waktu dekat keluar komposisi pembobotan butir-butir soal Unas 2014.
Pria yang juga rektor  Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu menuturkan, selama ini pengawinan antara hasil unas dengan SNMPTN berjalan setengah-setengah. “Selama ini nilai unas tidak kami lihat. Yang kami lihat itu hanya siswa pelamar SNMPTN lulus unas atau tidak,” katanya.
Menurut Idrus wajar jika pihak PTN hanya menjadikan nilai unas sebagai syarat perlu saja untuk penerimaan calon mahasiswa baru. Sebab mereka mendapatkan salinan pengumuman unas hasil dari penilaian BSNP yakni H-3 pengumuman resmi unas. Dia menuturkan waktu itu mepet jika dipakai untuk memeringkat siswa pelamar PTN berdasarkan nilai unas.
Nah untuk tahun ini Idrus mengatakan pengawinan antara nilai unas dengan SNMPTN dijalankan secara penuh. “Keputusan ini sesuai dengan arahan Mendikbud,” paparnya.
Dengan sistem baru itu, nilai unas benar-benar memiliki bobot sebagai pertimbangan kelulusan SNMPTN mulai tahun depan. Selama ini pemboobtan penerimaan SNMPTN hanya berdasarkan nilai rapor saja.
Idrus menuturkan skenario pembobotan nilai unas dalam SNMPTN dilakukan mulai dari pembuatan butir-butir soal ujian. Dia mengatakan selama ini materi soal unas seluruhnya bersifat evaluatif. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi hasil belajar siswa selama duduk di bangku SMA.
“Tetapi untuk masuk PTN diujikan materi soal bersifat prediktif. Jadi selama ini tidak bisa nyambung antara unas dengan SNMPTN,” katanya. Supaya bisa nyambung, Idrus mengatakan akan menyisipkan soal kategori prediktif dalam paket materi unas.
Dengan sistem baru itu, diperkirakan materi unas tahun depan lebih sulit dibandingkan tahun ini. Sebab sejumlah soal ujian dibuat untuk tujuan memetakan kemampuan akademik siswa, apakah mampu kuliah. Idrus menegaskan komposisi persentase antara soal ujian yang bersifat evaluatif dan prediktif sampai saat ini belum ditetapkan.
Idrus juga berharap tahun depan MRPTNI atau panitia SNMPTN bisa mendapatkan rekapitulasi hasil penilaian unas dari BSNP lebih cepat. “Sehingga ada waktu untuk me-rangking kelulusan SNMPTN berdasarkan nilai rapor dan nilai unas,” tandasnya.