WELCOME TO MY BLOG, THANK YOU FOR YOUR VISIT, MAY USEFUL! *sweet bay:Siithaa Dian

Kamis, 27 Februari 2014

Wajah Sistem Pendidikan di Indonesia


Wajah Sistem Pendidikan di Indonesia

Kita sebagai orang tua seringkali mengikutkan anak kita berbagai macam les tambahan di luar sekolah seperti les matematika, les bahasa inggris, les fisika dan lain-lain. Saya yakin hal ini kita dilakukan untuk mendukung anak agar tidak tertinggal atau menjadi yang unggul di sekolah. Bahkan, terkadang ide awal mengikuti les tersebut tidak datang dari si anak, namun datang dari kita sebagai orang tua. Benar tidak?
Memang, saat ini kita menganggap tidak cukup jika anak kita hanya belajar di sekolah saja, sehingga kita mengikutkan anak kita bermacam-macam les. Kita ingin anak kita pintar berhitung, kita ingin anak kita mahir berbahasa inggris, kita juga ingin anak kita jago fisika dan lain sebagainya. Dengan begitu, anak memiliki kemampuan kognitif yang baik.
Ini tiada lain karena, pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah juga menuntut untuk memaksimalkan kecakapan dan kemampuan kognisi. Dengan pemahaman seperti itu, sebenarnya ada hal lain dari anak yang tak kalah penting yang tanpa kita sadari telah terabaikan. Apa itu? Yaitu memberikan pendidikan karakter pada anak didik. Saya mengatakan hal ini bukan berarti pendidikan kognitif tidak penting, bukan seperti itu!
Maksud saya, pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Beberapa kenyataan yang sering kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya justru tidak dermawan, seorang politikus malah tidak peduli pada tetangganya yang kelaparan, atau seorang guru justru tidak prihatin melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah. Itu adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.

Ada sebuah kata bijak mengatakan, ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Sama juga artinya bahwa pendidikan kognitif tanpa pendidikan karakter adalah buta. Hasilnya, karena buta tidak bisa berjalan, berjalan pun dengan asal nabrak. Kalaupun berjalan dengan menggunakan tongkat tetap akan berjalan dengan lambat. Sebaliknya, pengetahuan karakter tanpa pengetahuan kognitif, maka akan lumpuh sehingga mudah disetir, dimanfaatkan dan dikendalikan orang lain. Untuk itu, penting artinya untuk tidak mengabaikan pendidikan karakter anak didik. Lalu apa sih pendidikan karaker itu?
Jadi, Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilai-nilai karakter pada anak didik. Saya mengutip empat ciri dasar pendidikan karakter yang dirumuskan oleh seorang pencetus pendidikan karakter dari Jerman yang bernama FW Foerster. Pertama, pendidikan karakter menekankan setiap tindakan berpedoman terhadap nilai normatif. Anak didik menghormati norma-norma yang ada dan berpedoman pada norma tersebut. Kedua, adanya koherensi atau membangun rasa percaya diri dan keberanian, dengan begitu anak didik akan menjadi pribadi yang teguh pendirian dan tidak mudah terombang-ambing dan tidak takut resiko setiap kali menghadapi situasi baru. Ketiga, adanya otonomi, yaitu anak didik menghayati dan mengamalkan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadinya. Dengan begitu, anak didik mampu mengambil keputusan mandiri tanpa dipengaruhi oleh desakan dari pihak luar. Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan adalah daya tahan anak didik dalam mewujudkan apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan marupakan dasar penghormatan atas komitmen yang dipilih.

Pendidikan karakter penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan mengormati dan sebagainya. Pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan.
Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis dan kognisinyan (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Dan, kecakapan soft skill ini terbentuk melalui pelaksanaan pendidikan karater pada anak didik.
Berpijak pada empat ciri dasar pendidikan karakter di atas, kita bisa menerapkannya dalam pola pendidikan yang diberikan pada anak didik. Misalanya, memberikan pemahaman sampai mendiskusikan tentang hal yang baik dan buruk, memberikan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan dan mengeksplorasi potensi dirinya serta memberikan apresiasi atas potensi yang dimilikinya, menghormati keputusan dan mensupport anak dalam mengambil keputusan terhadap dirinya, menanamkan pada anak didik akan arti keajekan dan bertanggungjawab dan berkomitmen atas pilihannya. Kalau menurut saya, sebenarnya yang terpenting bukan pilihannnya, namun kemampuan memilih kita dan pertanggungjawaban kita terhadap pilihan kita tersebut, yakni dengan cara berkomitmen pada pilihan tersebut.
Pendidikan karakter hendaknya dirumuskan dalam kurikulum, diterapkan metode pendidikan, dan dipraktekkan dalam pembelajaran. Selain itu, di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar juga sebaiknya diterapkan pola pendidikan karakter. Dengan begitu, generasi-generasi Indonesia nan unggul akan dilahirkan dari sistem pendidikan karakter.



Salam

Masita Dian N


Rabu, 05 Februari 2014

Tips Cara Membuat Web Atau Website

Bagi orang yang sering menghabiskan waktunya dalam dunia internet tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah Website yang dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan situs web atau web saja. Website sendiri merupakan sejumlah halaman web yang memiliki topik saling berkaitan dan biasanya didalamnya terdapat berkas-berkas seperti gambar, video ataupun berkas lainnya. Dewasa ini mungkin para pengunjung dunia internet pun mulai berpikiran bagaimana CARA MEMBUAT WEBSITE, namun pasti akan sangat kebingungan.

Tips Cara Membuat Web Atau Website

Banyak orang berpikiran Cara Membuat Website sepertinya harus memiliki kemampuan khusus, seperti ilmu komputer atau programming yang mempuni. Karena memang selain untuk menyimpan berkas dalam website kita juga bisa berbagi pengalaman atau berbagi cerita ke sesama pengguna internet, maka dari itu saat ini pun banyak yang ingin memiliki website-nya sendiri.
cara membuat websiteSulit dan harus mengeluarkan banyak orang itu mungkin perkataan yang ada di benak banyak orang ketika berpikiran Cara Membuat Website. Namun sebenarnya Cara Membuat Website bisa dilakukan dengan mudah bahkan tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun. Tapi bagaimana Cara Membuat Website dengan mudah tersebut? Hari ini kami akan memberikan informasinya untuk para pembaca semua, dan tanpa harus berlama-lama lagi, lebih baik langsung kita simak Cara Membuat Website di bawah ini.
1. Untuk membuat website, hal pertama yang harus disiapkan adalah menyiapkan aplikasi atau software yang bisa membuat website. Software itu adalah WordPress CMS serta XAMPP, kedua aplikasi atau software tersebut bisa kita dapatkan secara gratis. Jika kita telah mendapatkan aplikasi tersebut maka jalankan WordPress CMS di localhost komputer milik kita.
2. Jika cara pertama telah dilakukan, maka kita langsung harus segera memikirkan tema dan konsep untuk website yang akan kita buat. Jika konserp dan tema telah didapatkan, maka selanjutnya kita harus mendesain website wordpress kita di localhost.
3. Jika desain kita telah selesai, Cara Membuat Website pun berlanjut untuk menyiapkan Web Hosting serta Domain gratis. Web Hosting tersebut berfungsi sebagai aplikasi penyimpan file-file website, sementara Domain sendiri merupakan alamat dari website yang kita buat agar bisa dikunjungi oleh orang lain. Jika kita telah mendapatkan dua hal tersebut maka pindahkan file website yang tadi telah dibuat di localhost ke Web Hosting agar semua file yang dibuat bisa dibuka di internet.
4. Jika cara diatas telah dilakukan, selanjutnya kita harus tes website yang telah kita simpan dan periksa apakah masih ada bagian-bagian yang eror. Tahap ini dilakukan agar antinya tidak ada kesalahan ketika kita akan memperkenalkan website yang telah kita buat.
5. Ini merupakan langkah terakhir dalam Cara Membuat Website, yaitu kita harus bisa mempromosikan website yang telah kita buat. Cara ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui media sosial seperti Facebook atau Twitter. Kita bisa membagikan halaman webiste yang kita miliki atau mengajak orang lain agar bisa mengunjungi website kita. Dan pastikan juga bahwa website yang kita buat enak untuk dipandang dan menyimpan berbagai informasi yang positif.
Cara Membuat Website di atas tentunya sangat mudah dan praktis, karena berbagai cara lainnya memang harus membutuhkan banyak cara dan memang harus mengeluarkan uang. Tapi dengan Cara Membuat Website yang kami berikan ini pasti akan semakin memudahkan para pembacanya yang ingin memiliki halaman website.

Tips Cara Membuat Web Atau Website

Itulah tadi sedikit informasi tentag Cara Membuat Website yang mudah. Semoga saja informasi Cara Membuat Website ini akan bermanfaat bagi setiap pembacanya, dan terima kasih karena telah membaca informasi tentang Cara Membuat Website.

Selasa, 28 Januari 2014

Jadwal Ujian Sbmptn 2014.

Meskipun belum dirilis oleh Panitia Sbmptn 2014, namun Jadwal Ujian Tulis Sbmptn 2014 akan dilaksanakan bersamaan dengan Pendaftaran Ulang yang lulus Snmptn di PTN masing-masing bagi yang lulus seleksi. Dimana panitia Snmptn menetapkan jadwal kegiatan tersebut tanggal 17 Juni 2014 bersamaan dengan pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN 2014.

Pada tahun akademik 2014/2015 nanti, seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) terap menggunakan 3 jalur. Ketiga jalur tersebut adalah Snmptn, Sbmptn, dan Ujian mandiri / Seleksi Mandiri. Untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), kuota mahasiswa yakni 50%-60% dari total mahasiswa yang diterima. Sementara kuota Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPT) yakni 30%-40% dari total mahasiswa. Sedangkan kuota jalur Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMBPT) atau jalur mandiri yakni 10%-20%.



Jadwal Ujian


Jadwal Ujian Tertulis

No.TanggalMata Ujian
1 Selasa, 17 Juni 2014 Tes Potensi Akademik (TPA) dan
Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU)
2 Rabu, 18 Juni 2014 Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek) dan
Tes Kemampuan Dasar Sosial Humaniora (TKD Soshum)


Deskripsi Jadwal Ujian Tulis Sbmptn 2014


Sbmptn 2014




Hari dan Tanggal


WIB


WITA


WIT



Kegiatan


 Selasa
17 Juni 2014


sekitar 07.30-08.00

sekitar 08.30-09.00



sekitar 09.30-10.00

Masuk ruang ujian, dan peserta ujian melakukan pengisian biodata serta pemeriksaan Identitas




sekitar 08.00-09.00

sekitar 09.00-10.00


sekitar 10.00-11.00

Tes Potensi Akademik





sekitar 09.00-09.45


sekitar 10.00-10.45

sekitar 11.00-11.45



Istirahat




sekitar 09.45-10.00

sekitar 10.45-11.00


sekitar 11.45-12.00

Masuk ruang ujian& mengisi biodata




sekitar 10.00-11.00


sekitar 11.00-12.00

sekitar 12.00-13.00

Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU) terdiri atas kemampuan Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.



         Rabu
18 Juni 2014

sekitar 07.45-08.00

sekitar 08.45-09.00


sekitar 09.45-10.00

Masuk ruang ujian serta pengisian biodata




sekitar 08.00-09.30


sekitar 09.00-10.30

sekitar 10.00-11.30

Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek) terdiri atas kemampuan Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.




sekitar 09.30-10.15

sekitar 10.30-11.15

sekitar 11.30-12.15


Istirahat




10.15-10.30

11.15-11.30


12.15-12.30

Masuk ruang ujian serta pengisian biodata peserta Sbmptn




10.30-11.30

11.30-12.30

12.30-13.30

Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas kemampuan Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.
Jadwal Sbmptn 2014 tersebut merupakan pengembangan, yang resmi dari Panitia adalah tanggal pelaksanaanya 17-18 Juni serta jenis Mata Pelajaran yang diujikannya dalam Sbmptn 2014.

- Konsultan : Drs. Asep R, SH


Jadwal Ujian Keterampilan

Belum disusun oleh Panitia Sbmptn.



Penilaian Hasil Ujian


Ujian tertulis Sbmptn 2014 akan tetap menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan validitas, tingkat kesulitan, serta daya pembeda yang memadai. Soal ujian tertulis SBMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan umum yang diduga menentukan keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan penalaran tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang saintek dan/atau bidang social dan humaniora. Selain mengikuti ujian tertulis, peserta yang memilih program studi Ilmu Seni dan/atau Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh. Oleh karena itu, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan.

Penilaian hasil ujian menggunakan ketentuan sebagai berikut:

  1. Jawaban BENAR dari peserta : akan mendapatkan nilai +4
  2. Jawaban SALAH dari peserta : akan mendapatkan nilai -1
  3. Jika peserta Tidak menjawab: akan mendapatkan nilai 0

Kelompok Ujian

Kelompok ujian tertulis SBMPTN terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

  1. Kelompok Ujian Saintek dengan mata uji TPA, TKDU, dan TKD Saintek
  2. Kelompok Ujian Soshum dengan mata uji TPA, TKDU, dan TKD Soshum.
  3. Kelompok Ujian Campuran dengan mata uji TPA, TKDU, TKD Saintek, dan TKD Soshum. Setiap peserta dapat mengikuti kelompok ujian Sains, Soshum, atau Campuran.


Semoga bermanfaat! Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin!

Selasa, 21 Januari 2014

Soal Unas 2014 Diprediksi Tambah Sulit

Disusupkan Soal Prediktif, yang Biasanya Dipakai Tes Masuk PTN
 Butir-butir soal ujian nasional (unas) 2014 diperkirakan bakal lebih sulit dibandingkan dengan tahun ini. Sebab dalam unas 2014, komposisi soal tidak hanya yang berkategori evaluatif saja. Tetapi juga disusupkan soal berkategori prediktif yang sering dipakai di saringan masuk perguruan tinggi negeri.
Ketentuan baru itu merupakan bagian dari skenario mengawinkan antaran unas dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Sampai tadi malam, komposisi antara butir soal yang bersifat evaluatif dan prediktif masih digodok.
Melalui pertemuan segitiga antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), dan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Ketua MRPTNI Idrus A. Paturussi mengatakan, dalam waktu dekat keluar komposisi pembobotan butir-butir soal Unas 2014.
Pria yang juga rektor  Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu menuturkan, selama ini pengawinan antara hasil unas dengan SNMPTN berjalan setengah-setengah. “Selama ini nilai unas tidak kami lihat. Yang kami lihat itu hanya siswa pelamar SNMPTN lulus unas atau tidak,” katanya.
Menurut Idrus wajar jika pihak PTN hanya menjadikan nilai unas sebagai syarat perlu saja untuk penerimaan calon mahasiswa baru. Sebab mereka mendapatkan salinan pengumuman unas hasil dari penilaian BSNP yakni H-3 pengumuman resmi unas. Dia menuturkan waktu itu mepet jika dipakai untuk memeringkat siswa pelamar PTN berdasarkan nilai unas.
Nah untuk tahun ini Idrus mengatakan pengawinan antara nilai unas dengan SNMPTN dijalankan secara penuh. “Keputusan ini sesuai dengan arahan Mendikbud,” paparnya.
Dengan sistem baru itu, nilai unas benar-benar memiliki bobot sebagai pertimbangan kelulusan SNMPTN mulai tahun depan. Selama ini pemboobtan penerimaan SNMPTN hanya berdasarkan nilai rapor saja.
Idrus menuturkan skenario pembobotan nilai unas dalam SNMPTN dilakukan mulai dari pembuatan butir-butir soal ujian. Dia mengatakan selama ini materi soal unas seluruhnya bersifat evaluatif. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi hasil belajar siswa selama duduk di bangku SMA.
“Tetapi untuk masuk PTN diujikan materi soal bersifat prediktif. Jadi selama ini tidak bisa nyambung antara unas dengan SNMPTN,” katanya. Supaya bisa nyambung, Idrus mengatakan akan menyisipkan soal kategori prediktif dalam paket materi unas.
Dengan sistem baru itu, diperkirakan materi unas tahun depan lebih sulit dibandingkan tahun ini. Sebab sejumlah soal ujian dibuat untuk tujuan memetakan kemampuan akademik siswa, apakah mampu kuliah. Idrus menegaskan komposisi persentase antara soal ujian yang bersifat evaluatif dan prediktif sampai saat ini belum ditetapkan.
Idrus juga berharap tahun depan MRPTNI atau panitia SNMPTN bisa mendapatkan rekapitulasi hasil penilaian unas dari BSNP lebih cepat. “Sehingga ada waktu untuk me-rangking kelulusan SNMPTN berdasarkan nilai rapor dan nilai unas,” tandasnya.